Pages

Kamis, 03 Januari 2013

DSS


DSS

DSS merupakan bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan). Sistem informasi sangat penting untuk mendukung proses pengambilan keputusan . Dimana system informasi mempunyai tujuan untuk mendukung sebuah aplikasi Decision Support System (DSS) yang telah dikembangkan pada tahun 1970. Keefektifan dalam mengembangkan DSS diperlukan suatu pemahaman tentang bagaimana system informasi ini dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sehingga DSS ini dapat membantu seorang manajer dalam meningkatkan kinerjanya dalam mengambil suatu keputusan.
Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science. Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat. Dalam kedua bidang ilmu di atas, dikenal istilah decision modeling, decision theory, dan decision analysis - yang pada hakekatnya adalah merepresentasikan permasalaha dan manaje-men yang dihadapi setiap hari ke dalam bentuk kuantitatif (misalnya dalam bentuk model matematika). Contoh-contoh klasik dari persoalan dalam bidang ini adalah linear programming, game's theory, transportation problem, inventory system, decision tree, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak problem klasik yang kerap dijumpai dalam aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari, sebagian dapat dengan mudah disimulasikan dan diselesaikan dengan menggunakan formula atau rumus-rumus sederhana. Tetapi banyak pula masalahan yang ada sangat rumit sehingga membutuhkan kecanggihan komputer. Decision Support System ( DSS ) merupakan progresi alamiah dari system pelaporan informasi dan system pemrosesan transaksi. DSS bersifat interaktif, system informasi yang berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan secara khusus menggunakan database untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajer dan pengguna akhir Informasi dihasilkan dalam bentuk laporan periodik dan khusus dan output dari model matematika dan sistem pakar.
Sprague dan Carlson mendefinisikan DSS dengan cukup baik, sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama (Sprague et.al., 1993):
1) Sistem yang berbasis komputer;
2) Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan;
3) Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang "mustahil" dilakukan dengan kalkulasi manual;
4) Melalui cara simulasi yang interaktif;
5) Dimana data dan model analisis sebagai komponen utama.Karakteristik 4 dan 5 merupakan fasilitas baru yang ditawarkan oleh DSS belakangan ini sesuai dengean perkembangan terakhir kemajuan perangkat komputer.

Prinsip Dasar DSS
1. Struktur MasalahSulit utk menemukan masalah yg sepenuhnya terstruktur atau tak terstruktur - area kelabu Simon. Ini berarti DSS diarahkan pada area tempat sebagai besar masalah berada.
2. Dukungan KeputusanDSS tidak dimaksudkan untuk menggantikan manajer. Komputer dapat diterapkan pada bagian masalah yg terstruktur, tetapi manajer bertanggung ajwab atas bagian yang tidak terstruktur.
3. Efektivitas Keputusanwaktu manajer berharga dan tidak boleh terbuang, tetapi manfaat utama menggunakan DSS adalah keputusan yg baik

TUJUAN DSS
Tujuan dari DSS adalah sebagai berikut:
1. Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi struktur.
2. Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
3. Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.

Perintis DSS yang lain, Peter G.W. Keen, bekerja sama dengan Scott Morton mendefinisikan 3 (tiga) tujuan yang harus dicapai DSS. Mereka percaya bahwa DSS harus :1. Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur2. Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya3. Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer.
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
Manajer yang menggunakan model matematis dapat memperoleh keuntungansebagai berikut :
1. Proses pemodelan menjadi pengalaman belajar
2. Kecepatan simulasi memberikan kemampuan bagi kita untuk mengevaluasi dampak keputusan dalam jangka waktu yang singkat.
3. Model memberikan daya peramalan
4. Model membutuhkan biyaya yang lebih murah daripada metode trial-and-error.
5. Dapat menyelesaikan problem yang kompleks.
6. Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya.
7. Lebih cepat dengan hasil yang lebih baik (terutama dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi).
8. Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh manajer yang kurang berpengalaman.
9. Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif.
10. Fasilitas untuk mengambil data dapat memberikan kesempatan bagi beberapa manajer untuk berkomunikasi dengan lebih baik.
11. Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manajer.
Sedangkan kerugian model adalah sebagai berikut:
1. Sulitnnya pemodelan system bisnis dan akan menghasilkan model yang tidak dapatmenangkap semua pengaruh pada entity.
2. Dibutuhkan keterampilan matematika yang tinggi untuk menggembangkan model yang lebih kompleks secara pribadi

Beberapa hal yang dilakukan oleh seorang manajer adalah sebagai berikut:
1. Fungsi ManajemenFungsi manajemen dari seorang manajer ini meliputi:
1. Planning.
2. Organizing.
3. Staffing.
4. Directing.
5. Controlling.
2. Peran ManajemenPeran manajerial ini maliputi beberapa aktifitas, diantaranya:
1. Interpersonal.
2. Informational.
3. Decisional.
3. Tingkatan ManajemenTingkatan manajemen ini meliputi: (Dapat dilihat pada gambar 10.5)
1. Tingkat Perencanaan Strategis.
2. Tingkat Pengendalian Manajemen.
3. Tingkat Operasional.

JENIS-JENIS DSS
Jenis-jenis DSS menurut tingkat kerumitan dan tingkat dukungan pemecahan masalahnya adalah sebagai berikut:
1. Mengambil elemen-elemen informasi.
2. Menaganalisis seluruh file.
3. Menyiapkan laporan dari berbagai file.
4. Memperkirakan dari akibat. keputusan
5. Mengusulkan. keputusan
6. Membuat keputusan

fokus utama konsep DSS adalah komputer harus digunakan untuk mendukung manajer tertentu membuat keputusan tertentu untuk memecahkan masalah tertentu. Model DSS terdiri dari:
1. Model matematika.
2. Database.
3. Perangkat lunak.
yang melukiskan beberapa komponen yang mendukung DSS, seperti: Hardware, Software, Data, Model, dan Interaktif para pemakainya.Menurut Herbert A. Simon keputusan berada pada suatu rangkaian kesatuan, dengan keputusan terprogram pada satu ujungnya dan keputusan tak terprogram pada ujung lainnya.

1. Keputusan Terprogram, bersifat berulang dan rutin sedemikian sehingga suatu prosedur pasti telah dibuat untuk menanganinya sehingga keputusan tersebut tidak perlu diperlakukan de novo (sbg sesuatu yg baru) tiap kali terjadi.

2. Keputusan Tidak Terprogram, bersifat baru, tidak terstruktur, dan jarang konsekuen. Tidak ada metode yg pasti utk menangani masalah ini belum pernah ada sebelumnya, atau karena sifat dan struktur persisnya tak terlihat atau rumit, atau karena begitu pentingnya sehingga memerlukan perlakuan yang sangat khusus.

Aplikasi DSS yang ditawarkan di pasar sangat beraneka ragam, dari yang paling sederhana (quick-hit DSS)sampai dengan yang sangat kompleks (institutional DSS). Quick-Hit DSS" biasanya ditujukan untuk para manajer yang baru belajar menggunakan DSS (sebagai pengembangan setelah jenis pelaporan yangdisediakan oleh MIS = Management Information System, satu level sistem di bawah DSS). Biasanya masalah yang dihadapi cukup sederhana (simple) dan dibutuhkan dengan segera penyelesaiannya.Misalnya untuk kebutuhan pelaporan (report) atau pencarian informasi (query). Sistem yang sama biasa pula dipergunakan untuk melakukan analisa sederhana. Contohnya adalah melihat dampak yang terjadi pada sebuah formulasi, apabila variabel-variabel atau parameter-parameternya diubah. Di dalam perusahaan, DSS jenis ini biasanya diimplementasikan dalam sebuah fungsi organisasi yang dapat berdiri sendiri (berdasarkan data yang dimiliki fungsi organisasi tersebut). Misalnya adalah DSS untuk menyusun anggaran tahunan, DSS untuk melakukan kenaikan gaji karyawan, DSS untuk menentukan besanya jam lembur karyawan, dan lain sebagainya.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Keputusan-keputusan dibuat untuk memecahkan masalah. Dalam usaha memecahkan suatu masalah mungkin membuat banyak keputusan. Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang perlu diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif, atau untuk memanfaatkan kesempatan.

CARA PENGGUNAAN INFORMASI DARI DSS:
Pada dasarnya dua pengguna informasi dari DSS oleh manajer, yaitu untuk mendefinisikan masalah dan memecahkan masalah tersebut. Pendefinisian masalah adalah usaha definisi dari pendekatan system. Ia juga berkaitan dengan fase intelegensi yang di kemukakan oleh simon. Selanjutnya manjer menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang telah diidentifikasi. Hal ini merupakan usaha pemecahan menurut poendekatan sistim dan berkaitan denga fase disain dan pemilihan. Pada umumnya, lapaoran berkala dan khusus digunakan terutama dalam usaha definisi, dan simulasi dalam usaha pemecahanLaporan berkala dapat di rancang untuk menidentifikasi masalah atau masalah yangkemungkinan besar akan muncul, manjer juga melakukan query terhadap database untukmenemukan masalah atau mempelajari lebih jauh lagi mengenai masalah yang telah di identifikasi. Simulasi dapat juga membuka masalah yang tersembunyi, karna kelemahancenderung akan kelihatan menonjol ketika operasi perusahaan diubah secara matematis.Laporan berkala dan khusus dapat juga membantu manajer untuk memecahkan masalahdengan cara mengidentifikasi keputusan alternative, mengevaluasi dan memilih alternative tersebut, dan memberikan informasi lanjutan.


Penjelasan  MODEL DSS
Data dan informasi dimasukkan ke dalam database dari lingkungan perusahaan. Database berisi data yang disediakan oleh SIA. Isi database digunakan oleh tiga subsistem perangkat lunak.





DSS merupakan bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan). Sistem informasi sangat penting untuk mendukung proses pengambilan keputusan . Dimana system informasi mempunyai tujuan untuk mendukung sebuah aplikasi Decision Support System (DSS) yang telah dikembangkan pada tahun 1970. Keefektifan dalam mengembangkan DSS diperlukan suatu pemahaman tentang bagaimana system informasi ini dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sehingga DSS ini dapat membantu seorang manajer dalam meningkatkan kinerjanya dalam mengambil suatu keputusan.
Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science. Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat. Dalam kedua bidang ilmu di atas, dikenal istilah decision modeling, decision theory, dan decision analysis - yang pada hakekatnya adalah merepresentasikan permasalaha dan manaje-men yang dihadapi setiap hari ke dalam bentuk kuantitatif (misalnya dalam bentuk model matematika). Contoh-contoh klasik dari persoalan dalam bidang ini adalah linear programming, game's theory, transportation problem, inventory system, decision tree, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak problem klasik yang kerap dijumpai dalam aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari, sebagian dapat dengan mudah disimulasikan dan diselesaikan dengan menggunakan formula atau rumus-rumus sederhana. Tetapi banyak pula masalahan yang ada sangat rumit sehingga membutuhkan kecanggihan komputer. Decision Support System ( DSS ) merupakan progresi alamiah dari system pelaporan informasi dan system pemrosesan transaksi. DSS bersifat interaktif, system informasi yang berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan secara khusus menggunakan database untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajer dan pengguna akhir Informasi dihasilkan dalam bentuk laporan periodik dan khusus dan output dari model matematika dan sistem pakar.
Sprague dan Carlson mendefinisikan DSS dengan cukup baik, sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama (Sprague et.al., 1993):
1) Sistem yang berbasis komputer;
2) Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan;3) Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang "mustahil" dilakukan dengan kalkulasi manual;
4) Melalui cara simulasi yang interaktif;
5) Dimana data dan model analisis sebagai komponen utama.Karakteristik 4 dan 5 merupakan fasilitas baru yang ditawarkan oleh DSS belakangan ini sesuai dengean perkembangan terakhir kemajuan perangkat komputer.
Prinsip Dasar DSS

1. Struktur MasalahSulit utk menemukan masalah yg sepenuhnya terstruktur atau tak terstruktur - area kelabu Simon. Ini berarti DSS diarahkan pada area tempat sebagai besar masalah berada.
2. Dukungan KeputusanDSS tidak dimaksudkan untuk menggantikan manajer. Komputer dapat diterapkan pada bagian masalah yg terstruktur, tetapi manajer bertanggung ajwab atas bagian yang tidak terstruktur.
3. Efektivitas Keputusanwaktu manajer berharga dan tidak boleh terbuang, tetapi manfaat utama menggunakan DSS adalah keputusan yg baik

TAHAPAN-TAHAPAN
Tahapan SPK :

Definisi masalah

Pengumpulan data / elemen informasi yang relevan
pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
menentukan alternatif - alternatif solusi ( bisa dalam persentase )

Selain itu tahap-tahap dalan mengambil suatu keputusan telah dijelaskan dalam buku Herbert A. Simon, dimana tahapan tersebut terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Kegiatan Intelijen.Mengamati lingkungan mencari kondisi-kondisi yang perlu diperbaiki
2. Kegiatan Merancang.Menemukan, mengembangkan dan mengalihkan berbagai alternatif tindakan yang mungkin
3. Kegiatan Memilih dan Menelaah.Menilai pilihan-pilihan yang sesuai

TUJUAN DSSTujuan dari DSS adalah sebagai berikut:

1. Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi struktur.
2. Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
3. Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.

Perintis DSS yang lain, Peter G.W. Keen, bekerja sama dengan Scott Morton mendefinisikan 3 (tiga) tujuan yang harus dicapai DSS. Mereka percaya bahwa DSS harus :1. Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur2. Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya3. Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer.
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
Manajer yang menggunakan model matematis dapat memperoleh keuntungansebagai berikut :
1. Proses pemodelan menjadi pengalaman belajar
2. Kecepatan simulasi memberikan kemampuan bagi kita untuk mengevaluasi dampak keputusan dalam jangka waktu yang singkat.
3. Model memberikan daya peramalan
4. Model membutuhkan biyaya yang lebih murah daripada metode trial-and-error.
5. Dapat menyelesaikan problem yang kompleks.
6. Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya.
7. Lebih cepat dengan hasil yang lebih baik (terutama dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi).
8. Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh manajer yang kurang berpengalaman.
9. Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif.
10. Fasilitas untuk mengambil data dapat memberikan kesempatan bagi beberapa manajer untuk berkomunikasi dengan lebih baik.
11. Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manajer.
Sedangkan kerugian model adalah sebagai berikut:
1. Sulitnnya pemodelan system bisnis dan akan menghasilkan model yang tidak dapatmenangkap semua pengaruh pada entity.
2. Dibutuhkan keterampilan matematika yang tinggi untuk menggembangkan model yang lebih kompleks secara pribadi

Beberapa hal yang dilakukan oleh seorang manajer adalah sebagai berikut:
1. Fungsi ManajemenFungsi manajemen dari seorang manajer ini meliputi:
1. Planning.
2. Organizing.
3. Staffing.
4. Directing.
5. Controlling.
2. Peran ManajemenPeran manajerial ini maliputi beberapa aktifitas, diantaranya:
1. Interpersonal.
2. Informational.
3. Decisional.
3. Tingkatan ManajemenTingkatan manajemen ini meliputi: (Dapat dilihat pada gambar 10.5)
1. Tingkat Perencanaan Strategis.
2. Tingkat Pengendalian Manajemen.
3. Tingkat Operasional.

JENIS-JENIS DSS
Jenis-jenis DSS menurut tingkat kerumitan dan tingkat dukungan pemecahan masalahnya adalah sebagai berikut:
1. Mengambil elemen-elemen informasi.
2. Menaganalisis seluruh file.
3. Menyiapkan laporan dari berbagai file.
4. Memperkirakan dari akibat. keputusan
5. Mengusulkan. keputusan
6. Membuat keputusan

Adapun fokus utama konsep DSS adalah komputer harus digunakan untuk mendukung manajer tertentu membuat keputusan tertentu untuk memecahkan masalah tertentu. Model DSS terdiri dari:
1. Model matematika.
2. Database.
3. Perangkat lunak.
yang melukiskan beberapa komponen yang mendukung DSS, seperti: Hardware, Software, Data, Model, dan Interaktif para pemakainya.Menurut Herbert A. Simon keputusan berada pada suatu rangkaian kesatuan, dengan keputusan terprogram pada satu ujungnya dan keputusan tak terprogram pada ujung lainnya.

1. Keputusan Terprogram, bersifat berulang dan rutin sedemikian sehingga suatu prosedur pasti telah dibuat untuk menanganinya sehingga keputusan tersebut tidak perlu diperlakukan de novo (sbg sesuatu yg baru) tiap kali terjadi.

2. Keputusan Tidak Terprogram, bersifat baru, tidak terstruktur, dan jarang konsekuen. Tidak ada metode yg pasti utk menangani masalah ini belum pernah ada sebelumnya, atau karena sifat dan struktur persisnya tak terlihat atau rumit, atau karena begitu pentingnya sehingga memerlukan perlakuan yang sangat khusus.

Aplikasi DSS yang ditawarkan di pasar sangat beraneka ragam, dari yang paling sederhana (quick-hit DSS)sampai dengan yang sangat kompleks (institutional DSS). Quick-Hit DSS" biasanya ditujukan untuk para manajer yang baru belajar menggunakan DSS (sebagai pengembangan setelah jenis pelaporan yangdisediakan oleh MIS = Management Information System, satu level sistem di bawah DSS). Biasanya masalah yang dihadapi cukup sederhana (simple) dan dibutuhkan dengan segera penyelesaiannya.Misalnya untuk kebutuhan pelaporan (report) atau pencarian informasi (query). Sistem yang sama biasa pula dipergunakan untuk melakukan analisa sederhana. Contohnya adalah melihat dampak yang terjadi pada sebuah formulasi, apabila variabel-variabel atau parameter-parameternya diubah. Di dalam perusahaan, DSS jenis ini biasanya diimplementasikan dalam sebuah fungsi organisasi yang dapat berdiri sendiri (berdasarkan data yang dimiliki fungsi organisasi tersebut). Misalnya adalah DSS untuk menyusun anggaran tahunan, DSS untuk melakukan kenaikan gaji karyawan, DSS untuk menentukan besanya jam lembur karyawan, dan lain sebagainya.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Keputusan-keputusan dibuat untuk memecahkan masalah. Dalam usaha memecahkan suatu masalah mungkin membuat banyak keputusan. Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang perlu diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif, atau untuk memanfaatkan kesempatan.
CARA PENGGUNAAN INFORMASI DARI DSS:
Pada dasarnya dua pengguna informasi dari DSS oleh manajer, yaitu untuk mendefinisikan masalah dan memecahkan masalah tersebut. Pendefinisian masalah adalah usaha definisi dari pendekatan system. Ia juga berkaitan dengan fase intelegensi yang di kemukakan oleh simon. Selanjutnya manjer menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang telah diidentifikasi. Hal ini merupakan usaha pemecahan menurut poendekatan sistim dan berkaitan denga fase disain dan pemilihan. Pada umumnya, lapaoran berkala dan khusus digunakan terutama dalam usaha definisi, dan simulasi dalam usaha pemecahanLaporan berkala dapat di rancang untuk menidentifikasi masalah atau masalah yangkemungkinan besar akan muncul, manjer juga melakukan query terhadap database untukmenemukan masalah atau mempelajari lebih jauh lagi mengenai masalah yang telah di identifikasi. Simulasi dapat juga membuka masalah yang tersembunyi, karna kelemahancenderung akan kelihatan menonjol ketika operasi perusahaan diubah secara matematis.Laporan berkala dan khusus dapat juga membantu manajer untuk memecahkan masalahdengan cara mengidentifikasi keputusan alternative, mengevaluasi dan memilih alternative tersebut, dan memberikan informasi lanjutan.
LAPORAN
1. Laporan berkala dan khusus
Laporan berkala atau periodic report yaitu laporan yang dibuat menurut jadwal tertentu contohnya adalah analis penjualan terhadap pelanggan perbulan dan laporankhusus atau special report yaitu laporan yang di buat ketika laporan dibuat ketika sesuatu yang tidak seperti biasanya terjadi contohnya laporan mengenai kecelakaan. Dalam penggunaannya laporan berkala dan khusus bersifat lengkap atau ringkas.
2. Laporan lengkap dan ringkas
laporan lengakap atau detail report yaitu laporan yang memberikan spesifikasimengenai setiap tindakan atau transaksi dan baris yang mewakili tindakan atau transaksi disebut baris lengkap atau detail line sedangkan laporan ringkas atau summary report yaitu laporan yang menyertakan baris yang mewakili beberapa tindakan atau transaksi. Baris laporan biasanya di cetak dalam beberapa ururtan tertentu, filed yang berada dalam record data, yang disebut key filed atau control filed digunakan untuk mengurutkan record sebelum laporan tersebut dicetak. Yang paling sering digunakan ialah Ascending sequence (urutan naik) disini nilai filed control terendah (no pelanggan 0001 atau nama Aardbverk) didaftar pertama kali, dan nilai tertinggi (no 9999 atau zikmund) di daftar paling akhir.
Penjelasan Gambar MODEL DSS
Data dan informasi dimasukkan ke dalam database dari lingkungan perusahaan. Database berisi data yang disediakan oleh SIA. Isi database digunakan oleh tiga subsistem perangkat lunak.
  • Perangkat Lunak Penulisan Laporan merupakan hasil periodik maupun khusus.
  • Model Matematika menghasilkan informasi sebagai hasil dari simulasi yang melibatkan satu atau beberapa komponen dari sistem fisik perusahaan, atau berbagai aspek operasinya.
  • Perangkat Lunak GDSS, memungkinkan beberapa pemecah masalah, bekerja sama sebagai satu kelompok, mencapai solusi.

SISTEM BERBASIS GRAFIK
Dalam merepresenasikan DSS agar mudah dipergunakan dan dimengeri oleh user (dalam hal ini adalahmanajer perusahaan), format grafik mutlak dipergunakan untuk melengkapi teks yang ada. Contoh-contohmodel grafik yang populer dipergunakan adalah sebagai berikut:
1. Time Series Charts - untuk melihat dampak sebuah variable terhadap waktu;
2. Bar Charts - untuk memperbandingkan kinerja beberapa entiti;
3. Pie Charts - untuk melihat komposisi atau persentasi suatu hal;
4. Scattered Diagrams - untuk menganalisa hubungan antara beberapa variabel;
5. Maps - untuk merepresentasikan data secara geografis;
6. Layouts - untuk menggambarkan lokasi barang secara fisik, seperti pada bangunan dan kantor;
7. Hierarchy Charts - untuk menggambarkan struktur organisasi;
8. Sequence Charts - untuk merepresentasikan sesuatu dengan logika yang tersetruktur (contohnya adalah diagram flowchart); dan
9. Motion Graphics - untuk memperlihat-kan perilaku dari variabel yang diamati denvan cara animasi

Kelemahan Dan Kelebihan AHP


AHP merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Model pendukung keputusan ini akan menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki, menurut Saaty (1993), hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis. AHP sering digunakan sebagai metode pemecahan masalah dibanding dengan metode yang lain karena alasan-alasan sebagai berikut :

1. Struktur yang berhirarki, sebagai konsekuesi dari kriteria yang dipilih, sampai pada subkriteria yang paling dalam.

2. Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh pengambil keputusan.

3. Memperhitungkan daya tahan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan.AHP merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Model pendukung keputusan ini akan menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki, menurut Saaty (1993), hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis. AHP sering digunakan sebagai metode pemecahan masalah dibanding dengan metode yang lain karena alasan-alasan sebagai berikut :

1. Struktur yang berhirarki, sebagai konsekuesi dari kriteria yang dipilih, sampai pada subkriteria yang paling dalam.

2. Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh pengambil keputusan.

3. Memperhitungkan daya tahan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan.AHP merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Model pendukung keputusan ini akan menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki, menurut Saaty (1993), hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis. AHP sering digunakan sebagai metode pemecahan masalah dibanding dengan metode yang lain karena alasan-alasan sebagai berikut :

1. Struktur yang berhirarki, sebagai konsekuesi dari kriteria yang dipilih, sampai pada subkriteria yang paling dalam.

2. Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh pengambil keputusan.

3. Memperhitungkan daya tahan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan.

Kelebihan dan Kelemahan AHP
Layaknya sebuah metode analisis, AHP pun memiliki kelebihan dan kelemahan dalam system analisisnya. Kelebihan-kelebihan analisis ini adalah :
 Kesatuan (Unity)
AHP membuat permasalahan yang luas dan tidak terstruktur menjadi suatu model yang fleksibel dan mudah dipahami.
 Kompleksitas (Complexity)
AHP memecahkan permasalahan yang kompleks melalui pendekatan sistem dan pengintegrasian secara deduktif.
 Saling ketergantungan (Inter Dependence)
AHP dapat digunakan pada elemen-elemen sistem yang saling bebas dan tidak memerlukan hubungan linier.
 Struktur Hirarki (Hierarchy Structuring)
AHP mewakili pemikiran alamiah yang cenderung mengelompokkan elemen sistem ke level-level yang berbeda dari masing-masing level berisi elemen yang serupa.
 Pengukuran (Measurement)
AHP menyediakan skala pengukuran dan metode untuk mendapatkan prioritas.
 Konsistensi (Consistency)
AHP mempertimbangkan konsistensi logis dalam penilaian yang digunakan untuk menentukan prioritas.
 Sintesis (Synthesis)
AHP mengarah pada perkiraan keseluruhan mengenai seberapa diinginkannya masing-masing alternatif. 
 Trade Off
AHP mempertimbangkan prioritas relatif faktor-faktor pada sistem sehingga orang mampu memilih altenatif terbaik berdasarkan tujuan mereka.
 Penilaian dan Konsensus (Judgement and Consensus)
AHP tidak mengharuskan adanya suatu konsensus, tapi menggabungkan hasil penilaian yang berbeda.
 Pengulangan Proses (Process Repetition)
AHP mampu membuat orang menyaring definisi dari suatu permasalahan dan mengembangkan penilaian serta pengertian mereka melalui proses pengulangan. Sedangkan kelemahan metode AHP adalah sebagai berikut:
 Ketergantungan model AHP pada input utamanya. Input utama ini berupa persepsi seorang ahli sehingga dalam hal ini melibatkan subyektifitas sang ahli selain itu juga model menjadi tidak berarti jika ahli tersebut memberikan penilaian yang keliru.
 Metode AHP ini hanya metode matematis tanpa ada pengujian secara statistik sehingga tidak ada batas kepercayaan dari kebenaran model yang terbentuk

AHP didasarkan atas 3 prinsip dasar yaitu: 1. Dekomposisi Dengan prinsip ini struktur masalah yang kompleks dibagi menjadi bagian-bagian secara hierarki. Tujuan didefinisikan dari yang umum sampai khusus. Dalam bentuk yang paling sederhana struktur akan dibandingkan tujuan, kriteria dan level alternatif. Tiap himpunan alternatif mungkin akan dibagi lebih jauh menjadi tingkatan yang lebih detail, mencakup lebih banyak kriteria yang lain. Level paling atas dari hirarki merupakan tujuan yang terdiri atas satu elemen. Level berikutnya mungkin mengandung beberapa elemen, di mana elemen-elemen tersebut bisa dibandingkan, memiliki kepentingan yang hampir sama dan tidak memiliki perbedaan yang terlalu mencolok. Jika perbedaan terlalu besar harus dibuatkan level yang baru. 2. Perbandingan penilaian/pertimbangan (comparative judgments). Dengan prinsip ini akan dibangun perbandingan berpasangan dari semua elemen yang ada dengan tujuan menghasilkan skala kepentingan relatif dari elemen. Penilaian menghasilkan skala penilaian yang berupa angka. Perbandingan berpasangan dalam bentuk matriks jika dikombinasikan akan menghasilkan prioritas. 3. Sintesa Prioritas
Sintesa prioritas dilakukan dengan mengalikan prioritas lokal dengan prioritas dari kriteria bersangkutan di level atasnya dan menambahkannya ke tiap elemen dalam level yang dipengaruhi kriteria. Hasilnya berupa gabungan atau dikenal dengan prioritas
global yang kemudian digunakan untuk memboboti prioritas lokal dari elemen di level terendah sesuai dengan kriterianya.

 AHP didasarkan atas 3 aksioma utama yaitu :
1. Aksioma Resiprokal
Aksioma ini menyatakan jika PC (EA,EB) adalah sebuah perbandingan berpasangan antara elemen A dan elemen B, dengan memperhitungkan C sebagai elemen parent, menunjukkan berapa kali lebih banyak properti yang dimiliki elemen A terhadap B, maka PC (EB,EA)= 1/ PC (EA,EB). Misalnya jika A 5 kali lebih besar daripada B, maka B=1/5 A.
2. Aksioma Homogenitas
Aksioma ini menyatakan bahwa elemen yang dibandingkan tidak berbeda terlalu jauh. Jika perbedaan terlalu besar, hasil yang didapatkan mengandung nilai kesalahan yang tinggi. Ketika hirarki dibangun, kita harus berusaha mengatur elemen-elemen agar elemen tersebut tidak menghasilkan hasil dengan akurasi rendah dan inkonsistensi tinggi. 3. Aksioma Ketergantungan Aksioma ini menyatakan bahwa prioritas elemen dalam hirarki tidak bergantung pada elemen level di bawahnya. Aksioma ini membuat kita bisa menerapkan prinsip komposisi hirarki.

Aplikasi PHP
Beberapa contoh aplikasi AHP adalah sebagai berikut:
1. Membuat suatu set alternatif;
2. Perencanaan
3. Menentukan prioritas;
4. Memilih kebijakan terbaik setelah menemukan satu set alternatif;
5. Alokasi sumber daya
6. Menentukan kebutuhan/persyaratan;
7. Memprediksi outcome;
8. Merancang sistem;
9. Mengukur performa;
10. Memastikan stabilitas sistem;
11. Optimasi;
12. Penyelesaian konflik.




CMS (Content Management System)

Pengertian CMS adalah

ContentManagementSystem:
◦aplikasi web yang berisikan template untuk mengelola isi halaman web secara mudah
◦Sebuah sistem atau aplikasi software yang memberikan kemudahan-kemudahan kepada para penggunanya dalam mengelola,mengupload,mengedit konten untukditampilkan pada sebuah web dan mengadakan perubahan isi konten sebuah website tanpa perlu harusdibekali pengetahuan tentang hal-hal yangbersifat teknis tanpa harus memiliki pengetahuan tentang bahasa pemrograman web


FungsiCMS
Mengelola website pribadi atau lebih dikenal dengan blog
Mengelola website perusahaan/bisnis.
Portal atau website komunitas.
Galerifoto, dan lain sebagainya.
Forum.
AplikasiE-Commerce


Jenis-jenisContent Management System
CMS untuk membuat personal blog, contohnyaWordPress.
CMS untuk membuat web e-Commerce, contohnya PrestaShop, OsCommerce, Opencart, Drupal.
CMS untuk membuat web e-Learning, contohnya Moodle.
CMS untuk membuat personal web, contohnya joomla!, Mambo.
CMS untuk membuate-Office, contohnya katanya(Kantor Maya).
CMS untuk membuat web e-Forum, contohnya phpBB, MYBB,Vbulletin.


CMS UNTUK ECOMMERCE
1. Mogento
•platform yang sangat bagus untuk mengembangkan toko online
•modul dan fitur yang sangat lengkap dan fleksibel
•Dilengkapi fiturMulti-Pile yang memungkin kita untuk membuat banyak toko online dalam satu AdminPanel
•Magento membutuhkan resource webserver yang cukup besar untukmenjalankan kodeprogramnya
•Ada dua versi dari magento yaitu EnterpriseEdition(Berbayar) dan CommunityEdition(Free,denganlisensiOpenSourceLicense3.0).
•Perusahaan-  perusahaan besar seperti Samsung,perusahaan apperalmerkNorthFace,danmerkStussy menggunakan Magento untuk memperlihatkan produk-produk mereka kepada pelanggannya.

2.Prestashop
◦aplikasi toko online gratis professional yang sangat bagus.
◦Gratis.
◦Didukung dengan fiturdan modul yang lengkap
◦Beberapa Module danTemplate bersifat commercial,
◦Free Module danTemplate untuk prestashop yang dikembangkan oleh komunitas.

3. Openchart
Sistem toko online gratis yang berbasiskan bahasa program open source PHP.
Sudah dilengkapi dengan module management order dan Multiple Payment.
Sudah dilengkapi Multi-Pile, namun kita harus melakukan beberapa konfigurasi terlebih dahulu
Kita dapat membuat kategori produk dalam jumlah yang tidak terbatas, jumlah produk yang bisa dipajang tidak terbatas,
pilihan mata uang sesuai keinginan,
pilihan bahasa yang akan digunakan,
banyak pilihan jenis transaksi pembayaran dan
metode pengiriman sepertiPos,TIKI/JNEyang plugin-nya bisa ditambahkan.Open cart ini juga cukup gampang digunakan serta mendukung dengan mudah proses pencarian diGoogle(SEO).Lebih jauh terdapat analisa grafik penjualan bagi mereka yang tertarik dengan siklus penjualan barang mingguan,bulanan,maupun tahunan.Juga terdapat fasilita sumpan balikdan review tentang barang bagi pembeli barang

4. Cubecart
◦gratis.
◦menawarkan fitur-fitur standar seperti display produk,shopping cart,proses checkout, dan halaman administrasi.
◦versi berbayar(saatiniversi4)
◦versi gratisnya(versi3)
◦CubeCart dapat berjalan pada semua server yang mendukung PHP dan MySQL

5. QuickCart
◦aplikasi script toko online yang freeware,
◦Instalasinya sangat mudah tinggal kita setting beberapa konfigurasi folder aksesnya dan langsung bisa jalankan diwebserver
◦tidak mendukung SEF(SearchEngineFriendly)URL
◦Gratis

6.Zen-Cart
◦Gratis
◦Zen-Cart merupakan salah satu turunan dari osCommerce
◦Zen-Cart adalah tampilan standar yang masih web1.0dan kurang menarik.
◦fitur yang terlalu kompleks membuat kesulitan untuk penguna awal didunia e-commerce.
◦instalasi program mudah,proses modifikasi yang mudah,navigasi pelanggan yang sederhana,alat pelindung password administrator cukup handal,mendukung untuk website yang multi bahasa,adanyaSEO(SearchEngineOptimization)

7.osCommerce
◦Gratis
◦digunakan diberbagai web server yang sudah terinstall php dan database MYSQL.
◦untuk mengupgrade dan mengganti template harusdilakukan secara manual, kurang cocok untuk toko online yang sederhana.

8. WordPress: WP-Commerce
◦memungkinkan kita untukmengabungkan weblog kita dengan sebuah system e-commerce
◦gratis

9.Joomla-Virtumart
◦module terintegrasi dengan paket CMS Joomla dan mambo
◦gratis

10. FatFreeCart
Sistem keranjang belanja gratis yang dikembangkan oleh tim E-junkie
hanyalah sebuah keranjang belanja copy-paste dan tidak mengharuskan Anda untuk mendaftar pada kami atau menginstal apapun
Sistem ini bekerja dengan PayPal dan GoogleCheckout.Mendukung variasi produk,pengiriman,danpenanganan pajak penjualan.
gratis.
















Batasan Dan Model Bisnis E-Commerce


Batasan E-Commerce:
Secara Teknis
◦Belum adanya standarisasi keamanan transaksi
◦Kurangnya bandwidth untuk koneksi
◦Mahalnya biaya akses
Secara Non Teknis
◦Persepsi bahwa e-Commerce tidak aman
◦Legal issues yang belum pasti (ketidakjelasan hukum)

Model Bisnis E-Commerce:

Online direct marketing
vendor atau pengecer menjual produk atau jasanya secara langsung ke pelanggan

Electronic tendering system
pebisnis(ataupemerintah)meminta penawaran atas suatu tender daripara supplier; model ini menggunakan tipeB2B

Name-your-own-price
konsumen menentukan sendiri jumlah harga yang ingin mereka bayar

Find-the-best-price
konsumen menentukan apa yang ia butuhkan dan siperantara membandingkan harga-harga yang diajukan para provider dan menunjukkan penawaran harga termurah atas barang atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen

Affiliate marketing
◦Pihak vendor menempatkan logo atau banner-nya kedalam situs rekanan.
◦Apabila ada konsumen yang mengklik logo, masuk kesitus vendor,dan kemudian membeli sesuatu,maka vendor akanmembayar komisi kerekanannya

Viral marketing:
Penerima mengirimkan informasi mengenai suatu produk ke teman-temannya

Group purchasing:
para pembeli berskala kecil mengumpulkan daftar belanjaan mereka sehingga menjadi berskala besar,kemudian melakukan penawaran atau negosiasi untuk mendapatkan harga yang lebih murah

Online auctions:
perusahaan melakukan lelang sejumlah produk diinternet

Product customization:
konsumen menggunakan internet untuk menentukan produk atau jasa yang ia perlukan,dan kemudian pihak penjualakan menentukan harganya

Deep discounters:
perusahaan menawarkan diskon harga yang besar
Membership:
jasa yang disediakan hanya dapat digunakan oleh anggota

Bartering online:
Suatu proses barter secara online lewat perantara untuk suatu produk yang memiliki nilai surplus,dan/atau perusahaan menerima “poinpoin” atas kontribusinya,dan poin poin tersebut dapat digunakan untuk membeli produk atau jasa lain yangdiperlukan













Rabu, 02 Januari 2013

Membangun Situs Web


 Klasifikasi situs Web:
◦ Informasional: Situs Web yang hanya
menyediakan informasi tentang perusahaan serta
produk dan jasanya
◦ Interaktif: Situs Web yang memfasilitasi
komunikasi dan saling berbagi informasi antara
konsumen dan perusahaan
 Attractors: Fitur-fitur situs Web yang menarik
dan mengundang interaksi pengunjung yang
menjadi konsumen sasaran
◦ Transaksional: Situs Web yang menjual/
mempertukarkan produk dan layanannya secara
online


 Tahapan pembangunan situs web:
1. Tentukan host Web
2. Membuat & mendaftarkan nama domain
3. Buat dan kelola isi (content )
4. Rancang situs Web
5. Bangun dan test situs web
6. Pasarkan dan promosikan situs Web

Hosting Situs Web


 Alternatif hosting Web:
◦ Layanan Storebuilder:
◦ Layanan hosting yang menyediakan ruang disk
dan layanan untuk membantu usaha kecil
membangun situs Web dengan cepat dan murah.
◦ Layanan ISP Hosting:
◦ Layanan hosting yang menyediakan situs Web
independen untuk UKM
◦ Layanan Web Hosting :

◦ Perusahaan khusus penyedia layanan hosting situs
Web yang menyediakan berbagai layanan dan
fungsi-fungsi hosting untuk perusahaan
 Mirror site :
 Duplikat identik dari suatu situs Web tetapi secara
fisik berada pada server Web di negara/benua lain
◦ Co-location:

◦ Server Web yang dimiliki dan dikelola
perusahaan ditempatkan di lokasi perusahaan
lain yang mengelola koneksinya dengan Internet
◦ Self-hosting:
◦ Perusahaan memiliki sendiri perangkat keras,
lunak, tenaga staf, dan layanan telekomunikasi
yang diperlukan untuk mendirikan dan
mengelola situs Webnya sendiri


Memilih Layanan Web Hosting
◦ Dukungan software
(tools )
◦ Keamanan
◦ Fasilitas layanan
analisa lalu lintas data
◦ Layanan dukungan
teknis
◦ Biaya-biaya
13
 Pertimbangkan:
 Ukuran mutu
layanan (SLA)
 Prosentase
ketersediaan
(uptime)
 Jumlah klien
saat ini
 Volume lalulintas
data saat
ini


SLA /Service Level Agreement yang merupakan kesepakatan antara penyedia jasa dan pengguna jasa mengenai tingkat (mutu) layanan

Nama Domain:

 Pendaftaran nama domain
◦ Nama Domain:
◦ Alamat server di Internet
◦ Domain Name Registrar:
◦ Perusahaan yang membantu para pemilik situs Web
dalam mencari dan mendaftarkan nama domain
pilihan masing-masing

 Memilih nama domain yang baik:
◦ Mudah diingat
◦ Mudah dieja
◦ Hindari nomor dan karakter khusus
◦ Sependek tetapi sepantas mungkin
◦ Fleksibel
◦ Pertimbangkan kebutuhan masa depan
◦ Gunakan nama lain untuk produk-produk
◦ Hindari merk dagang perusahaan lain
◦ Cek nama yang telah dipakai perusahaanperusahaan
pesaing

Pengelolaan Content

 Content: teks, gambar, suara, dan video pada
dokumen Web (page )
 Commodity content: Informasi yang sudah
banyak tersedia dan umumnya dapat diakses
secara gratis dari situs Web
 Premium content: Content yang tidak tersedia
di situs lain
 Promotional content:
◦ Cross selling: Menawarkan produk atau jasa serupa
untuk meningkatkan penjualan
◦ Up selling: Menawarkan versi/kelas yang lebih baik
dari produk yang sedang dipesan untuk
meningkatkan penjualan dan profit

◦ Pembuatan Content
 Mengumpulkan bahan-bahan yang telah tersedia
(scanning , dsb.)
 Mengevaluasi nilai/kelayakan materi-materi baru yang
akan ditambahkan
 Rencanakan bagaimana setiap bagian dari content
dapat mendukung tujuan bisnis situs Web dan apakan
konsumen pengunjung membutuhkannya
 Menggunakan materi yang disumbangkan oleh
konsumen pengunjung, misalnya melalui review ,
komentar, dsb.

◦ Membeli Content
 Content dapat dibeli atau melalui lisensi dari pihak
ketiga
 Materi yang diperoleh dari sumber-sumber luar
harus merupakan content suplemen, bukan content
utama situs
 Jika content utama dibeli dari pihak lain tanpa diubah
atau diberi nilai tambah, pengunjung akan pergi ke
situs sumbernya langsung … dan tak kembali

◦ Personalisasi Content
Penyesuaian content Web dengan kebutuhan dan
ekspektasi individual pengunjung
◦ Distribusi Content melalui e-Newsletter
E-newsletter: Sekumpulan artikel-artikel singkat
informatif yang dikirimkan secara periodik melalui email
kepada pengunjung yang tertarik pada topiktopik
dalam newsletter.

◦ Penulisan Content yang Efektif
 Teks harus dapat dibaca secara sepintas (scanning )
 Penggal bagian yang panjang menjadi segmensegmen
kecil masing-masing dengan sub-judul
(heading )
 Usahakan untuk menarik perhatian pembaca pada
bagian awal tulisan atau awal segmen
 Tulis teks dengan nada dan bahasa yang sesuai
dengan tujuan penyampaian informasi

 Konsistensi content situs dapat diciptakan dengan
menerapkan suatu panduan format penulisan
 Sediakan versi .pdf dari material jika perlu (untuk
memudahkan download dan printing )
 Buat link yang menarik bagi pembaca untuk meng-klik
 Link-link ke situs lain dapat memberikan tambahan
content yang berguna bagi pengunjung
 Buang materi yang tidak dianggap bermanfaat oleh
pengunjung

 Manajemen Content
Proses penambahan, revisi, dan pembuangan
content dari situs Web untuk menjaga aktualitas,
akurasi, kredibilitas, dan daya tarik situs
 Content Management Software (CMS)
Memudahkan staf non-teknis untuk membuat,
mengedit, dan menghapus content di situs Web
perusahaan

◦ Panduan membeli CMS
1. Lakukan analisa kebutuhan dengan
seksama
2. Dokumentasikan kebutuhan dan
diskusikan dengan setidak-tidaknya
dengan dua perusahaan yang telah
menggunakan CMS tersebut
3. Uji coba dengan CMS yang memiliki versi
demo/trial atau versi pemula
4. Evaluasi hasilnya setelah 30 hari
pemakaian (secara periodik)





Perancangan Situs WEB

 Tujuan perancangan situs Web adalah untuk
menyampaikan content bermutu bagi
pengunjung yang dituju secara elegan


 Kriteria rancangan
situs Web:
◦ Navigasi
◦ Konsistensi
◦ Waktu download
◦ Penampilan
◦ Interaktifitas
◦ Keamanan (security )
◦ Skalabilitas (kapasitas
beban)
◦ Kontrol Mutu

Struktur Situs Web

◦ Arsitektur Informasi Situs
Bagaimana situs dan halaman-halaman
Webnya diorganisasikan, dinamai, dan
saling dihubungkan untuk browsing dan
pencarian informasi oleh pengunjung
◦ Macam Struktur Situs:
 Hierarkis (hierarchical )
 Melingkar (circular )
 Linear

◦ Rancangan homepage (halaman muka)
sangat penting
◦ Semua halaman di situs harus memiliki
link ke homepage
◦ Deep linking:
Akses masuk ke situs Web melalui halaman yang
bukan homepage , biasanya melalui search engines
(Google , dsb.) atau link eksternal (iklan, dsb.)

 Organisasi dan penamaan file untuk
memudahkan browsing dan pencarian:
◦ Tunduk pada “aturan tiga-klik”
◦ Tempatkan content paling penting di awal
halaman
◦ Batasi panjang halaman
◦ Sederhanakan tata-letak halaman
◦ Usahakan agar content utama mudah dicari
◦ Tampilkan produk dari berbagai
perspektif/kategori
◦ Ikuti prinsip-prinsip umum penulisan yang baik

 Fasilitas Navigasi Situs
Fitur-fitur yang memudahkan pengunjung
mencari informasi yang dibutuhkannya dengan
cepat dan mudah
 Fasilitas navigasi paling sederhana
adalah navigation bar diujung atas dan
bawah tiap halaman

 Saran-saran lain untuk merancang
navigasi situs yang berhasil:
◦ Batasi jumlah item dalam list dan menu
◦ Jangan menggantungkan sepenuhnya pada
image grafis untuk navigasi
◦ Homepage harus mudah ditemukan
◦ Integrasikan fasilitas navigasi dengan content
◦ Hindari frame jika mungkin
◦ Ikuti prinsip-prinsip umum kemudahan akses

Konsistensi Tampilan











 Konsistensi
◦ Konsistensi “Look and feel” :
Elemen tampilan yang secara visual
membedakan situs dari situs-situs lain,
termasuk tata-letak, font , warna, grafik, dan
fasilitas navigasi
◦ Konsistensi komponen halaman lain:
 Logo perusahaan
 Alamat kontak (e-mail, no. telpon, dsb.)
 Judul halaman: deskripsi ringkas
◦ Konsistensi tampilan antar browser

Kecepatan Respon

 Kecepatan respons
◦ Kecepatan hampir selalu berada di urutan teratas
pada daftar-daftar kriteria terpenting rancangan
situs
◦ Waktu download yang lama umumnya disebabkan
karena gambar (grafik, animasi, dsb.) yang besar,
atau gambar kecil-kecil tetapi banyak, pada satu
halaman Web

◦ Aturan 12-detik: Semua
komponen halaman Web
harus tampil dalam 12 detik
atau kurang
◦ Aturan 4-detik: Sesuatu
(apapun) harus tampil di
layar browser dalam waktu 4
detik atau kurang

Tampilan Halaman Web:

 Aturan warna dan grafik:
◦ Disesuaikan dengan ekspektasi pengunjung yang
menjadi sasaran
◦ Menggunakan warna-warna standar (di-support
banyak browser)
◦ Ikuti standar-standar pemilihan warna
◦ Gunakan warna-warna yang saling berkomplemen
◦ Tentukan warna latar belakang

◦ Gunakan fitur-fitur yang “haus bandwidth” secara
selektif (hanya jika penting)
◦ Menggunakan tag <ALT> untuk grafik
◦ Hindari fitur yang dapat mengganggu konsentrasi/
kenyamanan membaca

Pengawasan Mutu

 Quality Assurance (QA)
◦ Pastikan bahwa situs Web telah diuji dengan benar
sebelum dibuka untuk umum
 Pemilik situs harus sering mentest sendiri
semua fitur-fitur situs, terutama links dan
scripts
◦ Pastikan bahwa kecepatan respons tetap stabil
sesuai harapan selama operasional
 Kecepatan respons dimonitor secara teratur

 Quality Assurance (QA)
◦ Rancangan harus memperhatikan faktor
kemudahan pemeliharaan

Membangun Situs Web

 Siapa yang melakukan?
◦ Staf Internal, kontraktor luar, atau kombinasi
keduanya
 Perusahaan membangun sendiri situs Webnya,
karena:
◦ Memanfaatkan keahlian sendiri
◦ Ingin mengembangkan keahlian itu sendiri
◦ Melindungi kerahasiaan teknologi perusahaan
◦ Meningkatkan pengawasan dan daya tanggap
terhadap kebutuhan

 Pengembangan/pemeliharaan situs Web oleh
perusahaan lain (kontraktor), alasan
◦ Kecepatan implementasi (time to market )
◦ Bukan kompetensi inti perusahaan
◦ Membutuhkan keahlian khusus
 Pengembangan/pemeliharaan situs web
bersama staf internal dan pihak luar
◦ Kelemahannya adalah tambahan biaya
(overhead ) untuk manajemen kontrak dan
koordinasi.





















Model Bisnis Ecomerce


 Business Model: metoda melakukan usaha yang dapat
menghasilkan revenue bagi perusahaan untuk menjamin
kelangsungan hidupnya
 Tiga komponen utama:
 Target konsumen dan potensinya
 Modal persaingan: formula produk dan layanan
 Profit yang dapat diperoleh


Klasifikasi Model Bisnis
EC
 Business-to-Employees (B2E): model EC dimana
organisasi menyediakan jasa, informasi, atau produk
kepada individu karyawannya
 e-Government: model EC dimana organisasi pemerintah
membeli atau menyediakan produk, jasa, atau informasi
bagi perusahaan atau individu warganegara
 e-Learning: penyampaian informasi secara online untuk
tujuan pelatihan dan pendidikan
 Collaborative commerce (c-com-merce):

model EC dimana beberapa individu atau kelompok
berkomunikasi dan berkolaborasi secara online
 Exchange (e-Exchange): bursa elektronik untuk umum yang
beranggotakan banyak pembeli dan penjual
 Exchange-to-Exchange (E2E): model EC dimana beberapa
e-exchange berhubungan satu sama lain untuk pertukaran
informasi


Infrastruktur Teknis e-Commerce:

 Infrastrukturnya
 Internet: jaringan global
 Intranet: jaringan milik perusahaan atau organisasi yang
menggunakan teknologi Internet, seperti protokol Internet,
browser Web, VPN, dsb.
 Extranet: jaringan melalui Internet yang menghubungkan
beberapa intranet


Infrastruktur Non-teknis E-Commerce:

 Aplikasi EC juga ditunjang oleh lima bidang pendukung:
(yang ada didalam frame work ecommerce)
 SDM
 Peraturan/perundangan publik
 Pemasaran dan periklanan
 Layanan-layanan pendukung
 Kemitraan usaha


Rancangan dan Kelayakan Bisnis e-Commerce:

 Business plan: dokumen yang merinci tujuan-tujuan
bisnis dan garis besar rencana pencapaiannya
 Business case: dokumen bagi manajer atau pemilik usaha
untuk memperoleh pendanaan untuk proyek atau aplikasi
spesifik; dengan penekanan utama pada justifikasi
investasi yang dimaksud

Struktur Model Bisnis:

 Revenue model: deskripsi bagaimana perusahaan atau
proyek EC dapat menghasilkan revenue, misal:
 Penjualan
 Komisi transaksi
 Iuran anggota atau biaya pendaftaran
 Iklan
 Royalty atau biaya afiliasi
 Sumber revenue lain












Manfaat ecommerce


Manfaat bagi perusahaan :
Manfaat ecommerce
 Jangkauan global
 Penambahan jam buka:
24/7/365
 Pengurangan biaya operasi
 Kustomisasi dan
personalisasi
 Inovasi model bisnis
 Kecepatan time-to-market
 Rantai pasokan dinamis
 Biaya
komunikasi/koordinasi
lebih rendah
 Efisiensi pengadaan
 Meningkatkan hubungan
dengan konsumen
 Informasi yang up-to-date
 Tidak harus membayar
pajak/biaya usaha fisik
 Dsb.


*Manfaat bagi konsumen:
Manfaat ecommerce
 “Dimana saja –
kapan saja”
 Lebih banyak
pilihan produk dan
jasa
 Harga lebih murah
 Pengiriman/penyampaian
segera
 Ketersediaan
informasi
 Kesempatan
berpartisipasi
 Wahana komunitas
elektronik
 Personalisasi, sesuai
selera
 Tidak dikenai pajak
penjualan


Manfaat bagi masyarakat:
 Memungkinkan telecommuting
 Peningkatan kualitas hidup
 Dapat menolong masyarakat yang kurang mampu
 Kemudahan mendapatkan layanan umum


5 Komponen Utama Implementasi eCommerce


5 Komponen Utama Implementasi eCommerce :

1. Pengembangan Produk
Produk dan Jasa harus memiliki keunggulan dan daya saing
Dikembangkan terus menerus (inovasi dan kualitas)
2. Promosi
Produk dan Jasa memerlukan promosi yang efektif secara terus menerus
3. Transaksi secara online
Membangun infrastruktur dan mengoperasikan fasilitas terkait yang menjaga kenyamanan
pelanggan (mudah, murah, cepat, berkualitas, responsif dll.)
4. Product delivery
Produk digital dan jasa umumnya lebih mudah dikelola eCommerce sedangkan produk yang
secara fisik memerlukan pengiriman memerlukan proses bisnis yang efisien untuk dapat
memenuhi standard dan tuntutan eCommerce.
5. After-sales support
eCommerce memungkinkan pemanfaatan internet (email, situs web) untuk memberikan
layanan purna jual
Memerlukan keterpaduan seluruh sistem dan prosedur pada pelaku bisnis

Pola umum ecommerce:

1. Online direct marketing
2. Electronic tendering system
3. Name your own price
4. Find the best price
5. Affiliate marketing
6. Viral marketing
7. Group purchasing
8. Online auction
9. Product and service customization

10. Product and service customization
11. Electronic marketplaces and exchange
12. Value-chain integrators
13. Value-chain service providers
14. Information brokers
15. Bartering
16. Deep discounting
17. Membership
18. Supply chain improvers





Handoko Halim. Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut